MARAK ALGA BAHAYA (Harmful Algal Bloom)
Sumber: https://oceanservice.noaa.gov/

MARAK ALGA BAHAYA (Harmful Algal Bloom)

MARAK ALGA BAHAYA (Harmful Algal Bloom)

MARAK ALGA BAHAYA (Harmful Algal Bloom) – Harmful Algal Bloom (HAB) atau Marak Alga Bahaya (MAB) merupakan fenomena yang sering terjadi di perairan laut dikarenakan oleh pengayaan unsur hara. Definisi Harmful Algal Bloom (HAB) adalah pertambahan populasi fitoplankon yang dapat menimbulkan kerugian bagi ekosistem di sekitarnya, biota laut yang hidup di dalamnya, maupun manusia yang hidup di wilayah pesisir (tungka et al., 2017). Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya blooming fitoplankton adalah pengayaan unsur hara. Nutrien yang dominan mengakibatkan pengayaan unsur hara adalah nitrat dan fosfat. Pengamatan terhadap kelimpahan fitoplankton yang dapat menyebabkan HAB serta kaitannya dengan kandungan unsur hara dalam perairan sangat menentukan nilai ekonomis dan daya guna perairan sebagai sumber pangan. Salah satu contoh kasus HAB yang pernah terjadi yaitu di Teluk Meksiko, Amerika Serikat.

Gambar 2. Harmful Agal Bloom di Telkuk Meksiko

MARAK ALGA BAHAYA (Harmful Algal Bloom)
Sumber: https://oceanservice.noaa.gov/

MARAK ALGA BAGAYA di MEKSIKO

HAB yang terjadi di Teluk Meksiko dihasilkan oleh pertumbuhan alga mikroskopis secara cepat. Alga tersebut yaitu dinoflagellata dan karenia brevis yang disebut pasang merah, sejenis ganggang yang menghasilkan neurotoksin yang kuat. Racun dapat tersuspensi di udara dekat pantai dan menyebabkan penyakit pernapasan manusia. HAB ini juga mengubah warna air laut dan menyebabkan kematian yang meluas pada ikan, penyu, burung, dan mamalia laut. Mekarnya alga yang terjadi di Teluk Meksiko umumnya terkait dengan limpasan dari penggunaan pupuk di lahan pertanian, atau emisi dari ternak atau air limbah manusia. Penggunaan pupuk yang tidak efisien adalah masalah utama karena hanya kurang dari setengah dari pupuk ini mencapai tanaman yang dimaksudkan dan sisanya mengalir ke lingkungan yang lebih luas dan akhirnya ke laut (UN Environment Program, 2018).

MARAK ALGA BAHAYA (Harmful Algal Bloom)
source: google.com

UN Environment Program, dengan dukungan dana dari Global Environment Facility, menerapkan inisiatif global untuk mengatasi kelebihan nitrogen di lingkungan dan efek negatifnya. Proyek ini berjudul “Towards the Establishment of an Internasional Nitrogen Management System”. Hal ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi untuk mengurangi nitrogen reaktif, termasuk untuk membuat sistem produksi, terutama pertanian, dan lebih efisien dalam penggunaan pupuk. Selain itu, pencegahan HAB menggunakan hidrogen peroksida juga dapat mengurangi alga beracun dan efektif karena setelah digunakan hidrogen peroksida terurai dengan tidak berbahaya menjadi air dan oksigen. Sebuah studi dari California University berdasarkan uji coba lapangan menunjukkan bahwa aplikasi pupuk untuk tanaman biji-bijian dapat dikurangi seperempat dari penggunaan biasanya tanpa berdampak pada hasil panen. Sehingga dengan cara ini, pertumbuhan alga bisa dikontrol lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *