OPTIMALISASI PENGELOLAAN WILAYAH PERAIRAN INDONESIA GUNA MENCAPAI PRODUKSI PERIKANAN BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MENGHADAPI CLIMATE CHANGE

OPTIMALISASI PENGELOLAAN WILAYAH PERAIRAN INDONESIA GUNA MENCAPAI PRODUKSI PERIKANAN BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MENGHADAPI CLIMATE CHANGE

OPTIMALISASI PENGELOLAAN WILAYAH PERAIRAN INDONESIA GUNA MENCAPAI PRODUKSI PERIKANAN BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MENGHADAPI CLIMATE CHANGE

 

   Indonesia merupakan negara maritim dengan dua pertiga wilayahnya berupa perairan. Hal ini berdampak pada melimpahnya populasi ikan yang ada di Indonesia. Berdasarkan data dari kementerian kelautan dan perikanan (KKP), estimasi potensi sumber daya ikan Indonesia mencapai 12,01 ton per tahun. Hal ini berhasil membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan penghasil ikan terbesar di dunia. Selain itu, populasi ikan yang melimpah juga memberikan dampak pada kenaikan angka konsumsi ikan di Indonesia. kementerian kelautan dan perikanan (KKP) mencatat bahwa angka konsumsi ikan Indonesia terus meningkat dari tahun 2013 hingga 2021. Berikut grafik kenaikan Angka Konsumsi Ikan Nasional:

OPTIMALISASI PENGELOLAAN WILAYAH PERAIRAN INDONESIA GUNA MENCAPAI PRODUKSI PERIKANAN BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MENGHADAPI CLIMATE CHANGE

grafik 1. Data Angka konsumsi Ikan(AKI) Indonesia

sumber: https://databoks.katadata.co.id/

Berdasarkan grafik di atas, angka konsumsi ikan nasional selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tercatat bahwa pada tahun 2021 angka konsumsi ikan Indonesia mencapai 55,37/kapita, sedangkan pada tahun 2020 hanya mencapai 54,56 kg/kapita (Cindy, 2022). Artinya, angka ini meningkat sebesar 1,48% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan angka konsumsi ikan ini diakibatkan oleh beberapa faktor seperti meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi ikan dan ketakutan masyarakat terhadap stunting. Kenaikan angka konsumsi ikan di Indonesia dapat mendefinisikan bahwa masyarakat telah mendapatkan edukasi yang baik tentang pentingnya mengonsumsi ikan. Namun, apabila jumlah ikan yang ada di Indonesia tidak mampu untuk mengimbangi kenaikan akan konsumsi ikan ini, maka kompleksitas masalah pada sektor perikanan akan menimpa Indonesia seperti:

  1. Menurunnya produktivitas ikan di Indonesia,
  2. Meningkatnya harga ikan dan makanan berbahan dasar ikan di Indonesia, dan
  3. Terancamnya profesi nelayan Indonesia.

Saat ini, populasi ikan memang sedang dihadapkan dengan berbagai ancaman yang mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan seiring dengan berkembangnya industri dan teknologi yang pesat. Ancaman tersebut berupa ilegal fishing, perusakan habitat ikan akibat limbah industri, dan perubahan iklim. Hal ini dapat berdampak pada krisis ekonomi dan pengangguran, dalam artian masyarakat nelayan tidak dapat bekerja dan harus menunggu hingga cuaca normal. Oleh karena itu, tujuan dilakukan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi permasalahan mengenai dampak fisik dan ekologis dari perubahan iklim terhadap perikanan yang ada di Indonesia dan (2) mengatasi masalah-masalah yang mengancam keberlanjutan sumber daya ikan Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peneliti bermaksud memaparkan gambaran dan data mendalam dengan menggunakan metode kualitatif melalui data yang credible baik melalui buku, jurnal nasional, jurnal internasional, dan situs resmi.

Bagaimana Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap keberadaan ikan

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan iklim yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah komposisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada periode waktu yang dapat diperbandingkan. Komposisi atmosfer global yang dimaksud adalah komposisi material atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang di antaranya berupa CO2, CH4, NO2, dan lain-lain. Pada dasarnya, Gas Rumah Kaca (GRK) dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Akan tetapi, konsentrasi gas rumah caca yang semakin meningkat membuat lapisan atmosfer semakin tebal. Penebalan lapisan atmosfer tersebut menyebabkan jumlah panas bumi yang terperangkap semakin banyak, sehingga mengakibatkan peningkatan suhu bumi yang disebut pemanasan global. Berikut grafik perubahan suhu rata-rata global.

OPTIMALISASI PENGELOLAAN WILAYAH PERAIRAN INDONESIA GUNA MENCAPAI PRODUKSI PERIKANAN BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MENGHADAPI CLIMATE CHANGE

grafik 2. Perubahan suhu rata-rata global

sumber: https://pasca.unpatti.ac.id/

Menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA), suhu permukaan bumi pada tahun 2021 telah meningkat 0,85o C dibanding suhu rata-rata tahunan selama periode 1951-1980. Nasa menyatakan tren peningkatan suhu permukaan bumi disebabkan oleh aktivitas manusia yang meningkatkan polusi CO2 dan gas rumah kaca lainya ke atmosfer. Dampak dari pemanasan global ini salah satunya adalah meningkatnya suhu lautan dan menurunnya oksigen di laut. Studi dari tim ilmuan University of British Columbia menyimpulkan suhu yang menghangat dan oksigen yang berkurang di lautan membuat tubuh ratusan spesies ikan yang ada di laut menyusut. Spesies-spesies ikan yang diperkirakan akan mengecil meliputi ikan tuna, kerapu, haddock, salmon, hingga hiu perontok.  Mereka menemukan ukuran tubuh ikan menurun 20% -30% untuk setiap satu derajat celcius kenaikan suhu air. Selain itu, perubahan iklim juga berdampak pada

perubahan fisiologis, perilaku dan pertumbuhan, kemampuan reproduksi ikan, dan produktivitas. Secara tidak langsung, perubahan iklim dapat mengubah eskosistem aquatic sebagai tempat hidup, stok dan suplai ikan, barang dan jasa yang diperlukan dalam budidaya perikanan (Satria, 2011). Disisi lain, meningkatnya suhu laut juga memicu migrasi ikan secara besar-besaran untuk mendapatkan ekosistem baru untuk bertahan hidup. Ilmuan dari University of British Columbia menemukan bahwa ikan yang ditangkap di seluruh dunia saat ini didominasi oleh spesies ikan yang biasa hidup di perairan hangat. Hal ini karena sebagian spesies ikan yang biasa hidup di laut dingin telah berpindah ke wilayah yang lebih dingin, mendekati wilayah kutub, akibat kenaikan suhu air laut. Oleh karena itu, dibutuhkan mitigasi yang tepat untuk menjamin ketersediaan sumber daya ikan yang ada di Indonesia.

OPTIMALISASI PENGELOLAAN WILAYAH PERAIRAN INDONESIA GUNA MENCAPAI PRODUKSI PERIKANAN BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MENGHADAPI CLIMATE CHANGE

Gambar 3. Perubahan ikan tangkap dari tahun ke tahun

sumber: https://phys.org/news/2013-05-fish-thermometer-reveals-long-standing-global.amp

Optimalisasi Produktivitas Ikan Melalui Metode Perikanan Siap Iklim

            Dalam mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim tentu membutuhkan sistem manajemen yang adaptif dan responsif. Untuk mendapatkan solusi ini maka diperlukan pendekatan perikanan siap iklim yang berpusat pada konsep pengelolaan bersama yang adaptif. Pendekatan perikanan siap iklim ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, nelayan, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat, akademisi, dan perusahaan swasta dalam proses pengelolaanya. Pengelolaan bersama perikanan didefinisikan sebagai pembagian tanggung jawab dan wewenang antara pemerintah dan anggota perikanan (Pomeroy & Williams, 1994). Hal ini juga memberdayakan kelompok dan individu untuk memiliki lebih banyak tanggung jawab dalam semua aspek pengelolaan, mulai dari pengumpulan data hingga penegakan hukum, untuk meningkatkan sumber daya dan kapasitas untuk pengambilan keputusan yang adaptif.

Kekayaan laut yang begitu besar tersebut secara teoritis mampu untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia. Namun, kompleksitas masalah dalam pengelolaan perikanan menyebabkan potensi ini belum bisa dimanfaatkan dengan baik. Sehingga perlu dilakukan optimalisasi dalam pengelolaan sektor perikanan secara terarah dan lebih tepat sasaran

 

Sumber:

Annur, Cindy Mutia. (2022). KKP: Angka Konsumsi Ikan RI Capai 55,37 Kg per Kapita pada 2021. https://bit.ly/3PUiHlI, diakses pada 27 Agustus 2022 pada pukul 20.08

Pomeroy, R. S., & Williams, M. J. (1994). Fisheries co-management and small-scale fisheries: a policy brief. International Center for Living Aquatic Resources Management. ICLARM contribution no. 1128.

Satria (2011). Mendesak, Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim terhadap Budidaya Perikanan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Leave a Reply

Your email address will not be published.